Karakteristik Sosiodemografi dan Kondisi Kesehatan Anak pada Kejadian Stunting Balita

Authors

  • Intan Putri Pitriani Fakultas Ilmu Kesehatan, Sarjana Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Hani Handayani Fakultas Ilmu Kesehatan, Sarjana Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Heri Budiawan Fakultas Ilmu Kesehatan, Sarjana Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Ade Kurniawati Fakultas Ilmu Kesehatan, Sarjana Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
  • Asep Setiawan Fakultas Ilmu Kesehatan, Sarjana Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71203/jrkk.v3i1.95

Keywords:

Stunting, Toddler, sociodemographic, income, age

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional disorder in children under five and remains a major public health problem in Indonesia. Its occurrence is influenced by various factors, including family sociodemographic characteristics and child health conditions. Objective: This study aimed to examine the association between maternal sociodemographic factors and child health conditions and the incidence of stunting among children under five. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted. A total of 83 children under five were selected using simple random sampling. Data were collected through structured questionnaires and anthropometric measurements. Statistical analysis was performed using the Chi-square test. Results: Family income was significantly associated with stunting (p = 0.029), with a higher proportion observed among children from families earning below the regional minimum wage. Child age was also significantly associated with stunting (p = 0.012), particularly among those aged 25–48 months. In contrast, maternal age, maternal education, maternal occupation, number of children, and history of infectious diseases were not significantly associated with stunting (p > 0.05). Conclusion: Family income and child age were significantly associated with stunting among children under five.

References

Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30. https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.715

Ardian, D., & Utami, E. D. (2020). PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PROVINSI SULAWESI BARAT. 397–406.

Aristiyani, I., & Mustajab, A. A. (2023). Dampak status ekonomi keluarga pada status gizi balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(2), 138–146.

Azahra, S. (2025). Hubungan Kontak Tuberkulosis (Tb) Pada Anak Dan Kondisi Hunian Dengan Stunting Di Puskesmas Panjang Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 12(1), 87–99.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya. (2023). REMBUK STUNTING TINGKAT KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2023. https://portal.tasikmalayakota.go.id/index.php/q/berita_detail/944

Dwijayanti, Y. (2023). Hubungan Karakteristik Dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan. Jurnal Medika Usada, 7(1), 25–32.

Dwiki P. A. Holbala. (2022). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Stunting. Jurnal Pazih_Pergizi Pangan DPD NTT, 11(2), 169–177.

Fauzatul, N. (2022). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita : Studi Literatur Risk Factors Related to Stunting in Children Under Five : Literature Study. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 13(01), 31–42.

Handayani Fitri, L. F. H. (2025). Hubungan Karakteristik Balita Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Kesmasy, 7(2).

Hartiah Haroen, Citra Windani Mambang Sari, I. P. (2025). Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Pengetahuan Dan Perilaku Orangtua Yang Memiliki Balita Dalam Pencegahan Stunting. Manuju: Malahayati Nursing JOURNAL, 7, 503–515.

Jansen, S., Ardhiyanti, L. P., & Setiyawati, M. E. (2025). Sosial ekonomi keluarga dengan balita stunting di depok. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 9(2), 2–5.

Jatiningsih, S. P., Budiono, I., & Gizi, P. S. (2025). Analisis determinan kejadian stunting anak usia 24-59 bulan ditinjau dari status bekerja ibu pada keluarga buruh industri kota semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11.

Kemenkes RI. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes, 1–150.

Nabilla Syafirah Br. Ginting, Triawanti, J. (2023). Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga. Homeostasis, 7(3), 503–509.

Nur Fitriana Zahra, Aena Mardiah, Musyarafah, A. B. S. D. (2023). Hubungan Pernikahan Usia Dini, Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Cakrawala Medika: Journal Of Health Sciences, 02(01), 11–24.

Nuridah Hasrun. (2024). Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Kota Kendari. Jurnal Gizi Ilmiah, 11, 35–41.

Nurmalasari, Y., Anggunan, A., & Febriany, T. W. (2020). Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulantingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Sur. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(2), 205–211. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i2.2409

Nurpratama, W. L. (2025). Gambaran Stunting Usia 12-24 Bulan Berdasarkan Karakteristik Demografi Ibu Di Desa Pasir Gombong Cikarang Utara. Cakrawala Medika: Journal Of Health Sciences, 03(02), 247–253. https://doi.org/https://doi.org/10.59981/ds73ma93

Nurpratama, W. L., Asmi, N. F., & Prakoso, A. D. (2024). Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita The effect of local food intervention and nutrition counseling on stunting in toddlers. SAGO: Gizi Dan Kesehatan, 5 (3b). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30867/gikes.v5i3B.2177

Paramitha, I. A. (2024). Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(1), 37–44.

Paskalinda Maria Yosefa Bandur. (2024). DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA. Ensiklopedia of Journal, 6(2), 168–178.

Pemda Provinsi Jawa Barat. (2023). Laporan Penyelenggaraan percepatan penurunan stunting provinsi jawa barat.

Pertiwi, F. D. (2021). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, April, 208–216.

Purnamasari, I. (2022). Profil Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikajar 1 Kabupaten Wonosobo. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 8(1), 1–8.

Putri, D. A. (2022). Hubungan Karakteristik Anak Dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Di Muaro Jambi. Jurnal Kesehatan, 1, 14–17.

Rahayu, B. (2020). Hubungan karakteristik balita, orang tua, higiene dan sanitasi lingkungan terhadap stunting pada balita. Binawan Student Journal, 1(April), 22–27.

Riswan, Nurmiati Muchlis, E. A. (2025). Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Antang Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 6(3), 557–566.

Saputri, A., & Rusman, A. D. (2022). Analisis Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Di Daerah Dataran Tinggi Kota Parepare Socio-Economic Analysis with Stunting IncidenceIn the Highlands Area of the City of Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(1).

Sari, I. M. (2024). Hubungan Riwayat Penyakit Kronis Dengan Stunting di Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1).

Setyaningsih, D., Wijayanti, H. N., Widayati, T., Susanti, S., Yogyakarta, U. R., & Indonesia, U. R. (2024). Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 8(2), 148–156.

Sintia, W., & Adelin, P. (2020). Faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan di Kecamatan Koto Balingka Pasaman Barat Tahun 2019. Scientific Journal.

SSGI. (2025). Survei Status Gizi Indonesia 2024.

Suharmianti Mentari, A. H. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Stunting Anak Usia 24-59 Jurusan Gizi , Poltekkes Kemenkes Pontianak , Indonesia. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 01(01), 1–5.

Suryani, K. (2023). Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale (JKFN), 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.52774/jkfn.v6i1.112

Suryati, S. (2020). Gambaran Balita Stunting Berdasarkan Karakteristik Demografi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(1), 17–24.

WHO. (2025). World health statistics 2025. In Choice Reviews Online (Vol. 49, Issue 12). https://doi.org/10.5860/choice.49-6620

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Putri Pitriani, I., Handayani, H., Budiawan, H., Kurniawati, A., & Setiawan, A. (2026). Karakteristik Sosiodemografi dan Kondisi Kesehatan Anak pada Kejadian Stunting Balita. Jurnal Riset Keperawatan Dan Kesehatan, 3(1), 8–18. https://doi.org/10.71203/jrkk.v3i1.95